Tampilkan postingan dengan label Bukan Sabda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bukan Sabda. Tampilkan semua postingan

A Tragedy

Posted: Kamis, 15 Juli 2010 by smarters06 in Label:
0

problem of our life. Penetrating research and keen scientific work have often had tragic implication of mankind, producing, on the one hand, invention, which liberated man from exhausting physical labour, making his life easier and richer, but on the other hand, introducing a grave restlessness in to his life, making him a slave tohis technological environment.
Thes indeed, is a Tragedy of overwhelming poignancy...


A. Einstein

The Quest for Reality

Posted: by smarters06 in Label:
0

Realization that our whole knowledge of the universe is simply a residue of impressions clouded by our imperfect senses makers the quest for reality seem hopeless.

A. Einstein

TUHAN SAMA DENGAN KITA

Posted: Selasa, 06 Juli 2010 by smarters06 in Label:
5

Jangan dulu membebani fikiran anda dengan ragam penafsiran yang anda miliki. Judul tulisan ini sebenarnya memang bukan seperti yang anda kira. Hanya saja saya bingung memberikan judul yang pas, singkat, dan tentunya membuat pembaca penasaran, mengingat betapa pentingnya tulisan ini. Oke. Jadi judul di atas sebenarnya adalah gambar yang saya konversi menjadi rangkaian kata. Mari kita lihat yang berikut ini :



Ini adalah gambar yang saya makud. Dimana terdapat dua garis lurus yang tidak seberapa jauh atau boleh dikatakan sangat dekat jaraknya jika kita hubungkan garis tersebut secara vertikal. Dua garis lurus yang saya gambarkan tersebut dalam disiplin ilmu matematika mirip dengan tanda sama dengan (=) pada operasi perhitungan. Tentunya, sekali lagi atas dasar “promosi tulisan”, maka judul di atas akhirnya menjadi seperti yang anda baca pada kata-kata pertama dalam tulisan ini.
to the point....
Saya sangat yakin anda akan memberi jawaban “tentu!”, jika saya berikan pertanyaan “apakah anda punya agama?”. Lalu anda akan sambung jawaban anda atas pertanyaan saya “Berarti anda punya Tuhan?” dengan “Aneh. Ya tentu saja”.
Inilah fakta sebenarnya yang ANEH:
Anda mengaku punya agama dan pastinya satu paket dengan pengakuan punya Tuhan. Tapi apakah selama ini anda sempat berfikir dimana Tuhan. Di langit? Di balik matahari? Atau apabila ada yang mengatakan Tuhan itu ada dalam diri kita, apakah itu berarti dapat diartikan secara harfiah? Di dalam jantung sebagai darah? Di dalam kepala sebagai otak??
Ini memang pemikiran yang bisa saja membuat kita bingung dan kemungkinan terburuknya menciptakan manusia tidak beriman. Untuk itu mari kita buat ini sangat simple.
Apapun agama anda saya yakin bertujuan untuk membuat kehidupan kita lebih teratur, terlepas dari masalah ketauhidan, ajarannya tidak jauh berbeda. Membawa Kebajikan. Tapi apakah secara personal apa yang telah anda rasakan dengan merasa memiliki TUHAN???? Apapun jawabanya mari kita renungkan bersama.
“Dan memintalah kepada-Ku. Niscaya Aku akan mengabulkannya”.
Begitu kira-kira salah satu firman Tuhan dalam Al-Qur’an. Saya dapat menerjemahkan firman tersebut dalam bahasa yang sesuai dengan topik tulisan ini. “Dan jika kamu dekat dengan-Ku. Aku akan mengabulkan doamu”.
Yup! Seberapa dekat kita dengan Tuhan??
Kita tidak dapat menerjemahkan pertanyaan tersebut secara harfiah. Jika kita lihat gambar tadi, maka dapat kita fahami satu hal. Jika kita menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya maka tidak lagi kita berada pada garis yang berbeda dengan Tuhan. Dua garis lurus nampak dekat, namun keduanya tidak akan menemukan titik temu satu sama lain, bahkan jika garis tersebut diperpanjang sampai melingkari bumi.
Inilah maksud saya. Betapa kita sering menganggap sesuatu hal itu baik untuk kita padahal belum tentu menurut Tuhan. Kita sering meminta sesuatu yang kita inginkan, bukan yang kita perlukan. Inilah mengapa kita sering berada pada posisi garis lurus yang berbeda dengan Tuhan. Mari kita renungkan SMS yang dikirimkan untuk saya dari seorang teman.
“Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Ia memberi kaktus berduri.
Aku minta pada Allah binatang mungil nan cantik, Ia beri aku ulat berbulu.
Aku sedih Allah tidak memberi apa yang aku harapkan. Aku protes dan kecewa. Betapa tidak adilnya ini.
Namun, akhirnya kaktus itu berbunga indah bahkan sangat indah, dan ulat itupun tumbuh dan berubah menjadi kupu2 yang amat cantik”.
Itulah jalan Tuhan yang saya gambarkan sebagai sebuah garis lurus. Indah pada waktunya. Tuhan tidak memberikan apa yang kita harapkan tapi apa yang kita perlukan. Adanya kita sedih, kecewa dan terluka, tapi jauh di atas sana sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita. (Jaja Mujahidin)